Berita Politik terkini dari dalam negeri & luar negeri
Pengamat Politik Sebut Jokowi Berpotensi Diberhentikan
Pengamat Politik Sebut Jokowi Berpotensi Diberhentikan

Pengamat Politik Sebut Jokowi Berpotensi Diberhentikan

Pengamat Politik Sebut Jokowi Berpotensi Diberhentikan Kabarnya, citra Jokowi semakin buruk. Secara politik, kebijakan Jokowi tentang Covid-19 sudah salah sejak awal.

Pengamat Politik Sebut Jokowi Berpotensi Diberhentikan

Spd-uk – Ubedira Badrun, Pengamat Politik Universitas Negeri Jakarta, mengatakan Jokowi meremehkan aturan Pasal 53 dan 55 UU 6 Juni 2018 dalam mengadopsi kebijakan ini. ..

Ubedira menilai Jokowi bisa diberhentikan dari kursi kepresidenannya. Jadi, menurut dia, PDIP menjaga jarak dengan Jokowi.

Mengutip recent.id, Ubedilah menilai citra Jokowi yang semakin buruk secara politik merugikan PDIP di Pilpres 2024 mendatang.

Baca Juga : Puan Sebut Fasilitas Isolasi Khusus Anggota DPR Belum Dibutuhkan

“Oleh karena itu, PDIP sepertinya ingin memberikan pemahaman yang jelas dengan Jokowi. Dengan begitu, PDIP ingin mengembalikan citra itu, tapi sekarang semakin parah,” jelasnya.

Padahal, menurut Ubedira, pemerintahan Jokowi saat ini secara umum menghadapi persoalan yang sangat berbahaya bagi masa depan negara.

Maka, kemudian Ubedira menyarankan agar PDIP segera meninggalkan Jokowi dan fokus berperan menyelamatkan negara.

“Jika ini tidak dilakukan oleh PDIP, peran ini akan dilakukan oleh kemampuan oposisi, dan PDIP dapat mengalami nasib tragis perjuangan politik berikutnya yang ditinggalkan oleh rakyat,” katanya.

Baca Juga : Senat Loloskan Paket Infrastruktur Raksasa Biden US$ 1 T

Pengamat politik Ubedira Badrun telah mengusulkan agar PDIP meninggalkan Presiden Jokowi. Pasalnya, citra rezim saat ini semakin memburuk di mata publik terkait penanganan pandemi Covid-19.

“Kalau menjaga jarak ini menguntungkan PDIP, PDIP bisa meninggalkan Jokowi,” kata Ubedira, Jumat, 6 Agustus 2021.

Namun, menurut Pak Ubedira, jika Jokowi mempengaruhi sikapnya dan memenuhi syarat PDIP dengan merombak Luhut Binsar Panjaitan, partai berlambang kepala banteng itu tidak akan sepenuhnya meninggalkan Jokowi, saya katakan.