Berita Politik terkini dari dalam negeri & luar negeri
NasDem: Kalau Moeldoko Ditegur Jokowi, Salahnya Apa?
NasDem: Kalau Moeldoko Ditegur Jokowi, Salahnya Apa?

NasDem: Kalau Moeldoko Ditegur Jokowi, Salahnya Apa?

NasDem: Kalau Moeldoko Ditegur Jokowi, Salahnya Apa?

NasDem: Kalau Moeldoko Ditegur Jokowi, Salahnya Apa?

Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali mempertanyakan klaim politikus Partai Demokrat Andi Arief yang menyebut Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko telah ditegur Presiden Joko Widodo perihal rancangan kudeta kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
“Pertanyaan kita, jika kemudian Pak Moeldoko ditegur, salahnya apa?” kata Ali kepada CNNIndonesia.com, Jumat (5/2).

Ali menyatakan Moeldoko telah mengimbuhkan penjelasan soal isu kudeta terhadap AHY secara terbuka ke publik. Menurutnya, Moeldoko juga telah membantah isu yang menyatakan mendambakan mengambil alih kepemimpinan Demokrat.

“Ini kan secara terbuka Pak Moeldoko mengakui bahwa benar ketemu, didatangi lebih dari satu kader Demokrat. Lalu, Moeldoko telah membantah bahwa tidak tersedia rancangan mengambil alih Demokrat. Nah menurut aku sampai terhadap tahap itu clear,” ujarnya.

Meski begitu, Ali mengaku tidak menyadari secara pasti apakah Jokowi benar telah menegur Moeldoko. Ia mengaku juga belum mendengar kabar Moeldoko telah tegur oleh Jokowi.

“Tapi kebenaran itu aku enggak tahu. Tapi aku nggak tahu, aku belum pernah dengar itu,” katanya.

Sebelumnya, Andi Arief menyebut Moeldoko telah ditegur Jokowi dikarenakan Andi Arief mengapresiasi langkah Jokowi itu. Ia berharap Moeldoko tidak lagi mengusik partai berlogo mercy itu.

“KSP Moeldoko telah ditegur Pak Jokowi. Mudah-mudahan tidak mengulang kelakuan tercela terhadap Partai Demokrat,” kata Andi melalui account Twitter @Andiarief__ terhadap Jumat (5/2).

CNNIndonesia.com telah coba berharap respons ke Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman. Fadjroel mengaku tak menyadari soal teguran Jokowi ke Moeldoko.

Kunjungi Juga : Berita Politik

“Kami tidak meraih Info berkenaan perihal tersebut,” ucap Fadjroel melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Jumat (5/2).

CNNIndonesia.com juga coba menghubungi Kepala Setpres Heru Budi Hartono dan Moeldoko. Namun, sampai berita ini tayang, keduanya belum mengimbuhkan keterangan.