Berita Politik terkini dari dalam negeri & luar negeri
Kubu Moeldoko Minta AHY Tak Main Tuduh dan Sewot
Kubu Moeldoko Minta AHY Tak Main Tuduh dan Sewot

Kubu Moeldoko Minta AHY Tak Main Tuduh dan Sewot

Kubu Moeldoko Minta AHY Tak Main Tuduh dan Sewot Kubu Moerdoko tidak senang dengan keputusan hakim tentang gejolak Demokrat. Namun, kubu Moeldoko berharap kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tidak marah jika Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) menyetujui proses tersebut.

Kubu Moeldoko Minta AHY Tak Main Tuduh dan Sewot

Spd-uk – “Proses PTUN150 itu dari KLB Deli Suldan. Tidak boleh mendahului putusan hakim,” kata Muhammad Rahmad, juru bicara kubu Moeldoko.

Ramat mengingatkan kubu APrabowo Instruksikan Gerindra Bantu Garuda dari Kebangkrutan terjadi di MA belum pasti serupa bersama di PTUN.

Baca Juga : Prabowo Instruksikan Gerindra Bantu Garuda dari Kebangkrutan

“Beri paham kita apa yang Anda menginginkan berasal dari kubu AHY (semoga putusan PTUN Jakarta menolong mereka layaknya Mahkamah Agung). Baik hati,” kata Ramad.

Seperti diketahui, Mahkamah Agung menolak uji materiil hasil AD/ART DPRD 2020 yang diajukan eks pengurus Partai Demokrat di kubu Moeldoko. Namun, dalam keterangannya, Ramat mengaku bersyukur dengan keputusan tersebut. Bersama-sama, mereka dapat fokus pada pengadilan tata usaha negara.

Juru bicara DPP Demokrat Herzaky Mahendra Putra merasa aneh dan menarik mendengar pernyataan ini. “Ya, ada orang yang mengajukan gugatan di Mahkamah Agung untuk kalah. Ada pesan yang sangat kuat dari Mahkamah Agung ini bahwa Mahkamah Agung dan seluruh jajarannya bersama-sama mendukung hukum dan kebenaran secara adil. Tidak ada rubah di sini. dan disana. “

Baca Juga : China Peringatkan AS Tak Ciptakan Era Perang Dingin 

Tuan Hazaki mengatakan tidak masuk akal untuk mengajukan tuntutan ke pengadilan, tetapi malah berterima kasih padanya karena hasilnya tidak sesuai harapan.

Herzaky meyakini putusan MA akan diikuti oleh pengadilan yang lebih rendah, PTUN Jakarta. “Kalau mendapat pesan dari pimpinan MA, ‘Nah, tegakkan aturan, tegakkan aturan dengan seadil-adilnya, dan tegakkan hukum,’ tentu saja Perkara No. 150 PTUN Jakarta dan Di 154 kita menyadari Ini mau kemana?” pungkas Herzaky.