Berita Politik terkini dari dalam negeri & luar negeri
DPR Luruskan soal Permintaan Wakil Rakyat Dapat ICU
DPR Luruskan soal Permintaan Wakil Rakyat Dapat ICU

DPR Luruskan soal Permintaan Wakil Rakyat Dapat ICU

DPR Luruskan soal Permintaan Wakil Rakyat Dapat ICU –  Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Saleh Partaonan Daulay, melontarkan pernyataannya sebagai bukti tidak mau lagi mendengar anggota dewan tidak mendapat perawatan intensif (ICU). pengobatan ketika mereka diberitahu COVID -19 terpapar.

DPR Luruskan soal Permintaan Wakil Rakyat Dapat ICU

spd-uk – Menurutnya, pernyataan selanjutnya tidak sepenuhnya dikutip media. Saleh mengatakan dia tidak memiliki tekad untuk membeda-bedakan orang. Setelahnya, ia masih memperjuangkan agar layanan fitnes mudah dibuka oleh masyarakat.

Ia menjelaskan konteks pernyataannya pada rapat kerja Komisi IX DPR RI dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada Selasa (13/7) mengingatkan pemerintah untuk mengantisipasi potensi lonjakan isu Covid-19 dan seterusnya. dari satu hari bersama-sama untuk mempersiapkan layanan kebugaran yang memadai, termasuk menambah jumlah tempat tidur di ruang ICU.

Baca Juga : Amien Rais Sebut Indonesia Kacau saat Pandemi

“Konteks saya saat ini adalah bagaimana pemerintah bisa mengantisipasi booming COPID-19 dalam beberapa pekan mendatang, yakni bekerja sama menyiapkan semua fasilitas kesehatan yang memadai, termasuk menambah jumlah tempat tidur dan ICU,” ujarnya.

Saleh mengatakan sebenarnya membicarakan kondisi dua anggota keluarganya yang meninggal karena tidak mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai pasca positif Covid-19 dalam rapat kerja dengan Menteri Kesehatan.

Dalam pertemuan itu, ia juga mengaku pernah membicarakan situasi yang sama yang dialami rekannya sebagai anggota DPR dari Fraksi PAN, John Siffy Mirin, lebih dari beberapa waktu lalu.

“Keluarga saya terkena Covid-19 di Bekasi, Bengkulu. Yang di Bekasi yang sudah mencari ICU tidak dapat menemukannya dan meninggal. Jadi termasuk yang terjadi pada John Siffy Mirin, dia meninggal karena dia” terlambat masuk ICU. Setelah dua jam di ICU sudah terlambat, mau bagaimana lagi,” katanya.

Usai keluar, Saleh menandaskan bahwa pernyataan yang dibuatnya itu tidak bermaksud melebih-lebihkan pejabat atau anggota DPR.

Menurut dia, pernyataan yang dibuatnya untuk mengingatkan pemerintah agar memberikan layanan kebugaran yang berkualitas untuk melindungi seluruh pasien COVID-19, tanpa terkecuali dan tanpa membedakan kelas sosial.

Saleh juga mengaku upayanya menegaskan langkah pemerintah selanjutnya adalah mengukuhkan rapat kerja Komisi IX DPR dengan Menteri Kesehatan hingga akhir fungsi untuk memastikan usulannya masuk dalam pemikiran terakhir.

Baca Juga : Inflasi AS Kembali Meroket dan Tertinggi Selama 13 Tahun Terakhir

“Saya mengikuti pertemuan berikutnya sampai selesai. Saya juga menekankan bahwa usulan penyediaan pelayanan kesehatan, alat kesehatan, terutama ICU dan obat-obatan, dll termasuk dalam kesimpulan. Itu ada dalam pikiran. no 4 berisi surat ( a),” kata Saleh.

Diberitakan sebelumnya, Saleh menyatakan tidak ingin mendengar soal ketersediaan anggota dewan yang tidak mendapat perawatan di ICU saat terpapar Covid-19.

“Saya tidak mau mundur ketika mendengar ada anggota DPR yang tidak bisa mendapatkan ICU, seperti yang dialami Fraksi PAN, saudara saya John Siffy Mirin, tidak mendapatkan ICU,” kata Saleh. . rapat kerja Komisi IX dengan Menteri Kesehatan yang dipantau secara online.

Saleh menduga John meninggal karena waktu dibawa ke ICU rumah sakit penuh dengan penanganan pasien Covid-19. Dia yang merupakan Ketua Fraksi PAN di DPR RI itu mengatakan, John meninggal tiga jam sesudah dirawat di ICU RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

Menurutnya, kejadian ini mendorong Wakil Sekjen PAN Rosaline Irene Rumaseuw untuk menyerahkan rumah sakit Covid-19 yang akan dibangun khusus untuk PNS.

“Sebetulnya karena emosi, bukan hati. Karena dia (Rosaline) sendiri melihat betapa sulitnya orang bertahan hidup tanpa dukungan alat fitnes yang memadai di tengah serangan covid yang cukup dahsyat,” ujarnya.