Berita Politik terkini dari dalam negeri & luar negeri
Demokrat Pecah, Kubu KLB Sindir ‘Playing Victim’ SBY-AHY
Demokrat Pecah, Kubu KLB Sindir ‘Playing Victim’ SBY-AHY

Demokrat Pecah, Kubu KLB Sindir ‘Playing Victim’ SBY-AHY

Demokrat Pecah, Kubu KLB Sindir ‘Playing Victim’ SBY-AHY

Demokrat Pecah, Kubu KLB Sindir ‘Playing Victim’ SBY-AHY

Partai Demokrat kubu Kongres Luar Biasa (KLB) Sumatra Utara perlihatkan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sedang bermain peran sebagai korban alias playing victim.
Pasang Bola
“SBY dan AHY termasuk sudah memainkan playing victim,” kata Juru Bicara Partai Demokrat kubu Moeldoko, Muhammad Rahmad, di dalam konferensi pers di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Kamis (25/3).

Dia perlihatkan SBY dan AHY termasuk sudah jalankan tindakan-tindakan brutal terhadap kader-kader Partai Demokrat di tingkat kabupaten, kota, dan provinsi bersama dengan memaksa kader di tandatangani surat-surat pengakuan yang disertai bersama dengan ancaman pemecatan.

SBY dan AHY, lanjut Rahmad, pun sudah membangun narasi yang menyesatkan, layaknya menuduh Pemerintahan Presiden Jokowi atau istana terlibat, menuduh Moeldoko membeli Partai Demokrat.

“Pernyataan dan cara cara yang tidak bertanggung-jawab tersebut sungguh sudah mengundang kegaduhan dan kegalauan di sedang sedang masyarakat,” katanya.

Tudingan playing victim terhadap SBY di dalam masalah dualisme partai ini termasuk sempat dilontarkan oleh Ketua Umum relawan Jokowi Mania (JoMan) Immanuel Ebenezer (Noel).

Dia termasuk menyebut perpecahan internal ini merupakan permainan politik SBY dan AHY.

Ketua Badan Pembina Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (BPOKK) DPP Partai Demokrat Herman Khaeron membantah pengakuan Immanuel dan menilainya sebagai fitnah dan pencemaran nama baik bagi SBY dan Partai Demokrat.

“Dia (Immanuel) menyatakan itu serupa bersama dengan fitnah dan mengakibatkan kerusakan nama baik. Jadi jangan mengucap suatu hal yang tidak ada kebenarannya dan tendensius,” kata Herman, Senin (8/3).

Herman menyatakan SBY tak dulu berpikir miliki skenario berperan sebagai korban demi mendongkrak putranya yang termasuk Ketum Demokrat AHY di sedang polemik dualisme kepengurusan saat ini.

“Jadi tolong disampaikan kepada dia, itu anggapan menyimpang, penuh kebencian,” kata Herman.

Diketahui, kawasan Kompleks Hambalang itu sendiri merupakan proyek infrastruktur mangkrak di masa Presiden keenam SBY, yang merupakan mantan Ketua Umum Partai Demokrat dan kini menjabat Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat.

Kunjungi Juga : Berita Politik

Hal itu berjalan akibat masalah korupsi yang dilakukan sejumlah kadernya, termasuk Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.