Berita Politik terkini dari dalam negeri & luar negeri
Aria Bima Komentari Pembangunan Museum SBY dan Grha Megawati
Aria Bima Komentari Pembangunan Museum SBY dan Grha Megawati

Aria Bima Komentari Pembangunan Museum SBY dan Grha Megawati

Aria Bima Komentari Pembangunan Museum SBY dan Grha Megawati

Aria Bima Komentari Pembangunan Museum SBY dan Grha Megawati

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Aria Bima mengomentari pemberian Pemkab Pacitan Rp9 miliar untuk Museum SBY dan gedung serbaguna Grha Megawati Rp90 miliar.

Dia meminta kepala area menyimak skala prioritas dalam mengalokasikan anggaran di masa pandemi.

Menurut politisi PDIP berasal dari Dapil Jawa Tengah itu, kepala area wajib mengutamakan keperluan publik dalam memakai anggaran. Pengalokasian APBD selayaknya dikerjakan bersama dengan menyimak kepatutan dan kelayakan.

“Ini kan menyangkut anggaran. Situasi layaknya ini layak enggak bersama dengan kepentingan-kepentingan publik yang ada,” katanya, Sabtu (20/2).

Meski demikian, ia memastikan pemakaian anggaran area seluruhnya berada di bawah kewenangan kepala area dan DPRD tiap-tiap wilayah.

“Silakan saja asal sistem mekanismenya disepakati kepala area dan DPRD. Dengan keadaan layaknya ini berkenan diprioritaskan ke mana,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa AB itu terhitung memandang positif pemakaian nama tokoh untuk bangunan yang dibangun pemerintah maupun masyarakat.

Menurut dia, pemakaian nama tokoh untuk layanan umum merupakan wujud penghargaan terhadap tokoh tersebut.

“Bagaimana kepala area dan DPRD menghargai siapa yang berkenan ditokohkan,” kata dia.

Belakangan warganet ramai memperbandingkan pembangunan Grha Megawati dan Museum SBY.

Grha Megawati dibangun oleh Pemkab Klaten bersama dengan anggaran Rp 90 miliar berasal dari APBD waktu Museum SBY yang dibangun oleh Yudhoyono Foundation mendapat pemberian berasal dari APBD Provinsi Jatim senilai Rp 9 miliar.

Aria terhitung merespon positif perbandingan oleh warganet tersebut. Menurut dia perihal itu anggota berasal dari kritik yang wajib didengar oleh pemerintah.

“Ndak apa-apa. Dibandingkan saja supaya jelas. Dasarnya, tujuannya, apakah penentuan nama tokoh itu lebih kepada publik oriented, personal oriented, atau keluarga oriented,” ucap dia.

Sebelumya, Bupati Klaten terpilih, Sri Mulyani mengatakan pembangunan Grha Megawati sedianya rampung tahun 2021. Namun rancangan berikut tertunda karena pandemi Covid-19.

Kunjungi Juga : Berita Politik

Alokasi dana untuk pembangunan gedung serbaguna berikut dipangkas berasal dari kurang lebih Rp40 Miliar menjadi cuma Rp7 miliar.

Ia menjelaskan, Pemkab Klaten memprioritaskan anggaran untuk penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi daerah.

“Target saya tahun 2022 besok sudah klir semua. Tapi kita belum tahu juga, tergantung perkembangan pandeminya bagaimana,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *