Berita Politik terkini dari dalam negeri & luar negeri
Amien Rais Sebut Indonesia Kacau saat Pandemi
Amien Rais Sebut Indonesia Kacau saat Pandemi

Amien Rais Sebut Indonesia Kacau saat Pandemi

Amien Rais Sebut Indonesia Kacau saat Pandemi –  Ketua Politisi Amien Rais memperkirakan situasi di Indonesia saat ini semrawut dan semrawut akibat pandemi virus Corona (Covid-19). Menurutnya, sulit bagi pemerintah untuk menangani pandemi ini. “Dan sepertinya bangsa kita telah memasuki situasi kacau balau, situasi kacau balau dan membingungkan,” kata Amien dalam jumpa pers jelang peluncuran Buku Putih TP3.

Amien Rais Sebut Indonesia Kacau saat Pandemi

spd-uk – Amien beberapa kali melihat adanya perbedaan pendapat antara pemerintah pusat dan daerah dalam menyikapi pandemi Covid-19.

Selain itu, Amien terhitung menilai tersedia informasi yang membingungkan. Menurutnya, hal itu sukses karena dengungan yang sering mengakibatkan kebisingan di fasilitas sosial. “Perang pada kritikus dan buzzer berbayar jadi kuat,” kata Amien.

Baca Juga : DPR Sebut Kominfo Telah Bersifat Egois dalam Pembahasan RUU PDP Deadlock

Meski demikian, Amien menghimbau kepada seluruh warga untuk terus berusaha dan berdoa agar menjauhi perapian mahkota tersebut. Ia juga mengimbau agar PPKM darurat dilaksanakan pemerintah selama ini guna menekan angka penularan yang meningkat.

Dia juga memperingatkan bahwa tidak ada yang akan menggunakan pandemi untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Terutama para penjahat.

Diketahui ada kasus korupsi di masa pandemi, yakni bagaimana mantan Menteri Sosial Juliari Batubara terjerat kasus bantuan sosial Covid-19. Ia menjadi tersangka kasus korupsi.

Sebelumnya, kritik terhitung disampaikan Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas. Menurut Presiden Partai Demokrat dan DPR, pemerintah seolah tak berdaya hadapi pandemi Covid-19.

Baca Juga : Ransomware Serang Kalangan Bisnis Besar 1.500 Jadi Korban

“Pemerintah sepertinya tidak sanggup hadapi pandemi Covid-19 yang sudah memasuki th. kedua. Minimnya tabung oksigen misalnya, menunjukkan ekspektasi yang buruk dari pemerintah,” kata Ibas.