Berita Politik terkini dari dalam negeri & luar negeri
Akhmat Suyuti Akui Diberi Juliari Rp 508 Juta untuk Pilkada
Akhmat Suyuti Akui Diberi Juliari Rp 508 Juta untuk Pilkada

Akhmat Suyuti Akui Diberi Juliari Rp 508 Juta untuk Pilkada

Akhmat Suyuti Akui Diberi Juliari Rp 508 Juta untuk Pilkada – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kendal, Akhmat Suyuti, mengaku telah menerima 48.000 SGD atau setara lebih dari Rp 508 juta dari mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara. Suyuti mengatakan uang itu berasal dari Fraksi PDIP untuk konsolidasi Pilkada 2019 di Kendal, Jawa Tengah (Jawa Tengah).

Hal itu disampaikan Suyuti dalam kesaksiannya di depan Pengadilan Tipikor Jakarta Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (14/6/2021). Diketahui, Suyuti merupakan ketua DPC PDIP Kendal.

Akhmat Suyuti Akui Diberi Juliari Rp 508 Juta untuk Pilkada

“(Diterima) SGD 48.000 setara Rp 508,8 juta,” kata Suyuti di ruang sidang.

spd-uk – Suyuti mengatakan uang tersebut berasal dari Kukuh Ari Wibowo yang merupakan pakar di Kementerian Sosial (Kemensos) di bawah program Keluarga Harapan atau PKH. Dalam acara tersebut, disebutkan Juliari yang masih aktif sebagai Menteri Sosial hadir.

“Yang menyerahkan Mas Kukuh ada di dalam amplop,” kata Suyuti.

“Ini untuk mendukung kegiatan DPC dan PAC,” tambah Suyuti menirukan ucapan Kukuh saat itu.

Baca Juga : Indeks Persepsi Korupsi Merosot, Pemerintah Diminta Lebih Kerja Keras

Namun, menurut Suyuti, sebelum menerima uang tersebut, ia justru berkomunikasi dengan Adi Wahyono yang merupakan pengguna utama anggaran bantuan sosial (KPA) COVID-19 yang juga merupakan bawahan Juliari. Komunikasi itu menunjukkan bahwa uang Kukuh adalah jaminan bagi Juliari.

“Siapa yang memiliki simpanan itu?” tanya jaksa KPK.

“Dari menteri ada apa Pak Juliari Batubara,” jawab Suyuti.
Rp 508,8 juta digunakan untuk Pilkada

Selain itu, JPU juga menyebut uang Rp 508,8 juta yang diterima Suyuti digunakan untuk mengkonsolidasikan perolehan suara. Uang itu juga dibagikan kepada pimpinan DPC PDIP Kendal.

Baca Juga : Trump Mencari Kandidat Buat Pilpres AS 2024

BAP: Setelah menerima uang dari Kukuh, uang itu disetorkan oleh Menteri Sosial Juliari Batubara dalam dolar Singapura, saya mengambil uang dolar, saya membuktikannya kepada teman-teman saya dari kantor DPC PDIP Kendal. Lihat itu dengan Pak. Munawir, Pak Munawir memimpin kemenangan internal PDIP untuk Pilkada, di mana daerah yang masih berpotensi menang akan mendapat dana operasional, ”kata jaksa Suyuti.

Dalam BAP Suyuti juga terungkap bahwa mereka membagikan uang kepada lebih dari satu karakter dan penonton.

“Dua tiga hari kemudian saya ambil kembali uang berikutnya dari biro de change, hasil penukarannya sekitar Rp 508,8 juta, kemudian Rp 458,8 juta ditransfer ke rekening saya, dan uang Rp 50 juta itu saya transfer tunai ke ditransfer ke rekening saya. Kyai dan pengurus partai untuk memenangkan pemilihan kepala daerah pada rapat DPC PDIP Kendal. Sementara itu, saya membagikan 458,8 juta RP kepada penduduk 5 dan 6 kecamatan di kabupaten Kendal yang berpotensi menang, adalah kesaksiannya benar?” tanya jaksa dan Suyuti menjawab “benar”.
Pengembalian dana ke KPK

Suyuti juga mengaku menerima uang dari Juliari di CPK. Uang dikembalikan seluruhnya dalam rupiah.

“Setelah kami dipanggil tentang ini, kami juga terkejut bahwa saya tidak merasa bersalah saat itu karena uang ini diumumkan. Akhirnya saya minta 1,5 sampai 2 bulan. Suyuti. .